Tim KKR Ponpes Modern Al Kautsar Muhammadiyah Deteksi Kesehatan Santri



Lima Puluh Kota, SagoNews.com  – Berbagai kegiatan Ekstrakurikuler terus digalakkan di Pondok Pesantren Modern Al Kautsar Muhammadiyah. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan potensi yang ada pada santri. Pondok Pesantren di bawah pimpinan Dafri Harweli ini terbilang aktif dalam mengekspos bakat dan kreatifitas santrinya. Ini terbukti dar beberapa prestasi dan penghargaan yang diterima oleh santri Pondok Pesantren tersebut.


Pada Selasa, (23/11), santri yang tergabung dalam Tim Kader Kesehatan Remaja (KKR) bersama pembina melaksanakan Penjaringan kesehatan santri. Penjaringan ini merupakan salah satu indikator standar pelayanan minimal bidang kesehatan yang menjadi program wajib pemerintah daerah.


Kegiatan penjaringan kesehatan tersebut dilakasanakan melalui wadah Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) beserta Tim KKR. Penjaringan kesehatan santri bertujuan untuk mendeteksi kesehatan santri semenjak dini. Santri yang mungkin memiliki masalah kesehatan dapat ditangani dengan cepat dengan penjaringan kesehatan ini. Penjaringan kesehatan menjadi informasi utama untuk mengetahui perkembangan kesehatan peserta didik. Hal ini juga bertujuan untuk menjadi pertimbangan dalam menyusun program pembinaan kesehatan di Pondok Pesantren.


Penjaringan kesehatan santri  dilaksanakan sekali setahun, biasanya setiap awal Tahun Pelajaran baru. Namun akibat pandemi COVID-19, kegiatan ini tertunda. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam penjaringan kesehatan ini adalah pemeriksaan kesehatan secara umum seperti mata, telinga, mulut, dan gigi santri. Pemeriksaan disertai dengan edukasi menjaga kesehatan yang baik, seperti cuci tangan pakai sabun, tidak jajan sembarangan. Dengan adanya kegiatan ini status kesehatan santri dapat meningkat dan dipantau setiap tahunnya.


Dafri Harweli, Pimpinan Pondok Pesantren tersebut, saat dikonfirmasi menyebutkan, Tim KKR adalah sebuah Tim yang dibentuk untuk memantau perkembangan kesehatan santri di pondok Pesantren. Tim ini berada di bawah naungan UKS. “Jadi, antara UKS dan Tim KKR adalah tim solid yang akan memantau perkembangan kesehatan santri tiap tahun,” jelas Dafri.


Dafri menambahkan, bahwa Tim KKR sudah terbentuk sekitar dua minggu yang lalu. Tim KKR diutamakan bagi santri yang dududk di bangku kelas VII dan X. Ada 94 santri yang mendaftar dalam pemilihan anggota KKR, namun kemudian diseleksi melalui tes tertulis dan tes wawancara.


“Tujuan lain dari dibentuknya Tim KKR adalah agar anggota KKR dapat menolong dirinya sendiri dan orang lain untuk hidup sehat, serta berperan sebagai promotor dan motivator dalam menjalankan usaha kesehatan Pondok Pesantren. Remaja sekarang sudah modern, harus bisa mencegah diri sendiri dari hal-hal yang negatif, serta mendorong orang terdekat untuk sama-sama menjaga kesehatan,” tutup Dafri. (Nauri/Nina)