Edward DF Temui FORMAT Untuk Mencari Solusi Pembangunan Tol Sumbar

Edward DF (tengah) bersama FORMAT


Limapuluh Kota, SagoNews.com - Mantan wartawan senior harian Singgalang di Sumatra Barat, Edward DF  yang juga merupakan anggota DPRD Kota Payakumbuh fraksi PPP menemui presidium FORMAT, di Mushalla Almiqad Nagari Taeh Baruah, Kecamatan Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota.

Kepada media ini Edward DF mengaku sebagai wartawan senior penasaran dengan penolakan yang terjadi di 5 nagari terdampak tol, yaitu nagari Koto Baru Simalanggang, Nagari Taeh Baruah, Nagari Koto Tangah Simalanggang, di Kecamatan Payakumbuh. Kemudian Nagari Lubuak Batingkok dan Nagari Gurun di Kecamatan Harau. 

Pantauan media ini pada pertemuan yang berlangsung pukul 16.00 hingga 18.00 WIB, Sabtu (06/03) itu, didapat kesimpulan sementara bahwa masyarakat di 5 nagari tersebut setuju dibangun Tol, namun jangan melewati lahan produktif dan pemukiman padat penduduk.

 "Kami juga ingin menyukseskan program pembangunan nasional, namun caranya jangan merugikan sebagian rakyat kecil. Kami berharap pemerintah dapat memperhatikan aspek sejarah, budaya dan warisan leluhur yang tak bisa dinilai dengan materi," ucap pengurus Format, Ezi Fitriana bersama anggota lainnya.

Kepada Edward DF, pengurus Format juga menyayangkan adanya pihak - pihak lain yang buru - buru melakukan pemancangan, sementara belum ada kata sepakat dan persetujuan. Hal itulah awal dari terbentuknya Format, sebagai wadah menyampaikan suara masyarakat yang terdampak pembangunan jalan Tol.

"Kami juga tidak ingin dibilang menghambat pembangunan Tol di Limapuluh Kota, namun jika melihat pada perencanaan pembangunan yang melewati 5 nagari tadi, maka akan ada 500 lebih rumah yang akan hancur," sebut pengurus Format.

Menyikapi hal tersebut, Edward DF mengatakan akan merembukkan persoalan tersebut kepada kawan - kawannya di Provinsi Sumbar. "Akan saya usahakan mencari jalan terbaiknya, yaitu menghindari lahan produktif dan pemukiman padat penduduk," sebutnya. (frp)

Selengkapnya klik disini