Kadinkes Diminta Komunikatif dan Transparan oleh Awak Media



Syafri Ario, S.Hum pewarta di Luak Limopuluah


Limapuluh Kota, SagoNews.com - Awak media yang bertugas secara sah dan resmi di Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatra Barat, meminta agar Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) setempat untuk bisa terbuka dan responsif atau komunikatif dengan wartawan. Berikut tanggapan para jurnalis.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Limapuluh Kota, Tien Septino, dikenal sangat tertutup kepada wartawan meski OPD yang dipimpinnya merupakan OPD yang sangat riskan dan membutuhkan keterbukaan informasi kepada publik terutama di saat pandemi Covid-19 saat sekarang ini.

Dinas Kesehatan Limapuluh Kota adalah OPD yang mengurus penanganan Covid-19 namun Kepala Dinas Kesehatan tak pernah koroporatif dengan sejumlah media.

“Jangankan saat Covid sebelum Covid saja ibu itu tak pernah terbuka, komunikasi tak pernah di respon, tak sekali dua kali tapi sering,” ujar salah seorang wartawan (Sy) di Luak Limopuluah tersebut.

Mahfud MD pernah menyatakan apabila ada pejabat yang tertutup terhadap wartawan berarti pejabat itu ada yang ia sembunyikan dan ada hal yang salah yang ia lakukan.

Tertutupnya Kadis Kesehatan juga dikeluhkan oleh wartawan Jurnalminang, Joli Sumantri ia mengatakan Kadis tersebut sulit untuk berkomunikasi.

“Setiap kesana ke kantor itu selalu tak bisa ditemui selalu dipersulit resepsionisnya,” ujar Joli.

Hal yang sama juga dirasakan dan dialami oleh wartawan pilarbangsanews, Widiat B. Arta alias Pak De ia mengaku juga kesal dengan Kadis tersebut yang sangat dan sangat tertutup.

“Memang yang bersangkutan tak terbuka kepada media dan ditambah lagi yang bermeja dipintu masuk itu seperti menghalang-halangi wartawan untuk bertemu kadis,” ujar Pak De.

Hal senada yang lebih mengejutkan lagi juga datang dari wartawan Minangkini, Aspon Dede mengaku belum pernah bertemu sejak Kadis itu dilantik karna saking tertutupnya.

“Bahkan sejak dia dilantik saya belum pernah bertemu dengannya,” ujar Aspon Dede.

Seperti diketahui saat ini penanganan Covid sangat riskan penyelewengan terjadi. Sementara OPD terkait tertutup menjelaskan SOP pemerintah, kendala dan kekurangannya dalam penanganan Covid-19.

“Tujuan pemberitaan adalah untuk hal positif agar apa yang kurang bisa ditingkatkan, jangan takut dengan wartawan,” ujar Tokoh Pers Sumbar, Syafri Ario.