Ernawati, Guru MAN 50 Kota Itu Mengabdi Hingga ke Palembang



Lima Puluh Kota, SagoNews.com -- 
Tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Calon Fasilitator Daerah Jenjang Madrasah Aliyah Program PKB Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah, Ernawati tampil percaya diri.

Ernawati, guru pada MAN Lima Puluh Kota adalah Fasilitator Provinsi Bidang Studi Bahasa Indonesia jenjang Aliyah yang dipercaya untuk meyampaikan materi pada kegiatan yang ditata oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama.

Kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka Implementasi Proyek Realizing Education’s Promise: Support to Indonesia’s ini dilaksanakan dari tanggal 8 hingga 11 Oktober 2021, diikuti oleh 14 orang peserta yang berasal dari Sumatera Selatan dan Palembang. Sebagai Fasilitator yang berasal dari Provinsi Sumatra Barat Bidang Studi Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah, Ernawati adalah narasumber satu-satunya yang ditempatkan di Palembang untuk berbagi ilmu. 

“Saya sangat bersyukur atas amanah yang diberikan. Amanah ini didapatkan atas tahap demi tahap yang telah dilalui mulai dari seleksi Fasilitator Daedah (Fasda), hingga lolos sebagai Fasilitastor Provinsi. Alhamdulillah Allah beri kemudahan menjalaninya,” kenang perempuan  43 tahun ini.

“Untuk bisa menjadi Fasilitator Provinsi harus melalui beberapa tahap seleksi, pertama ada seleksi berkas atau administrasi, dimana salah satu syarat nya sudah sertifikasi. Seleksi kedua adalah tes tertulis secara online. Setelah dinyatakan lulus dalam tes tertulis dilanjutkan dengan tes wawancara. Setelah dinyatakan lulus tes wawancara maka kami diberikan pelatihan. Selanjutnya baru diizinkan menjadi narasumber. Semua butuh proses. Disinilah kesungguhan kita dipertaruhkan,” ujar perempuan asal Kubang ini.

Menyampaikan materi dengan tema Pembelajaran Aktif, Teknik Fasilitasi dan Pemodelan, Erna menyebut sangat senang bisa berbagi dengan teman se profesi. “Saya tidak menggurui mereka. Dan memang belum pantas untuk itu. Kita sharing ilmu dengan teman-teman hebat itu. Bagi saya, kesempaan ini adalah kesempatan luar biasa,” tutur Erna.
 
Erna juga menyebut, untuk pelaksanaan kegiatan nasional ini dibagi kepada tiga zona, yaitu Zona satu untuk wilayah Sumatra, Zona dua untuk wilayah Jawa-Bali-NTB, dan Zona tiga untuk wilayah Sulawesi -Kalimantan.
                                                                                                                                                                                                                                                     
Ditanya tentang proses kreatifnya hingga terpilih sebagai Fasilitator Provinsi, Erna menyebut ia selalu melatih diri untuk mendalami ilmu bidang studi yang ampunya. “Pelajaran Bahasa ndonesia pelajaran yang menyenangkan. Pelajaran Bahasa Indonesia berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Dengan perkembangan itu kita selalu ingin mencari dan mencari lagi hal baru. Inilah yang mendukung saya hingga sampai seperti sekarang,” urai Erna.

Sederet prestasi telah ditorehkan oleh perempuan enerjik ini, diantaranya, meraih juara 1 guru berprestasi MA Tingkat Provinsi Sumatra Barat tahun 2018, Pembina Terbaik dalam lomba Islamic History and Civilization Coference (Drama Sejarah dan Karya Ilmiah) TK SMA/MA se Sumatra Barat Tahun 2018, Juara 3 Lomba Inovasi Pembelajaran Guru R, MTs, dan MA Tingkat Provinsi Sumatra Barat Tahun 2019, 25 nominator Guru Literasi Tingkat Nasional Tahun 2021, peserta teraktif Simposium Nasional yang diadakan GTK Pusat Tahun 2019, dan penulis 3 buku tunggal dan pemenang lomba menulis 12  buku Tingkat Nasional. (Nina/Red)