GERAKAN BESAR DAN BEBERAPA TUNTUTAN, KEDAULATAN DI TANGAN RAKYAT



OLEH 
RIZKI NIA SUKRI NASUTION
Kepala Bidang Akpromed Bem Km FP Unand

“ Elemen gerakan dari Mahasiswa terbentuk dari adanya kebijakan yang mereka rasa tidak sesuai, sehingga menimbulkan keresahan dan memaksa untuk turun ke jalan”
Beberapa orang berkumpul, membentuk sebuah kelompok dalam satu gerakan, hal ini lebih kerap dikenal dengan aktivitas mahasiswa yang turun kejalan dengan membawa kajian dan sejumlah tuntutan, hal ini tentu bukan didasari unsur ketidaksengajaan, gerakan ini memang sengaja dibuat, akibat adanya isu ataupun kebijakan yang dianggap tidak sesuai dengan konsep dari Negara. Konsep Negara yang dimaksud disini yakni Demokrasi. Jika kita tinjau ulang tentu demokrasi yang dimaksud adalah dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat, dan dalam hal ini tentu rakyat sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah haruslah kebijakan yang berpihak oleh rakyat dan bertujuan untuk mensejahterakan rakyat.
Pasalnya pasca direndung oleh pandemi covid 19 yang masih dalam masa pemulihan, kini tampaknya lahir permasalahan baru yang dianggap hal ini bertentangan dengan keadaan, isu – isu yang berkembang menyebabkan kelompok mahasiswa yang disebutkan sebelumnya harus kembali turun kejalanan, serta  membuat suatu kajian dan rekomendasi untuk ikut serta menyelesaikan persoalan tersebut, tentu isu yang berkembang tersebut sudah dapat dilihat di media – media online. mulai dari harga minyak yang tinggi, kenaikan harga barang – barang termasuk kebutuhan pokok, kenaikan BBM, penundaan pemilu serta masa jabatan yang bertambah menjadi 3 periode yang kemudian ini melahirkan asumsi, mulai dari pencederaan terhadap konstitusi, mengangkangi konstitusi, bahkan dalam hal ini dianggap pula sebagai penghianat konstitusi.

Mengingat adanya kenaikan BBM serta bahan – bahan pokok, tentu membuat resah dari kalangan masyarakat pasalnya akibat dampak dari wabah pandemi covid 19, ini sangat berdampak pada perekonomian dari masyarakat, namun hal ini dianggap bukannya membantu menstabilkan ekonomi dari masyarakat melainkan semakin mencekik dari rakyat sendiri, pasca ditimpa wabah pandemi banyaknya para pekerja yang harus ter PHK, selain itu mengingat juga Indonesia sebagai Negara penghasil CPO terbesar namun mengalami kelangkaan minyak serta kenaikan harga, penolakan pemindahan ibu kota Negara serta UU IKN yang dianggap menuai kontroversi dikarenakan pembahasan yang dianggap sangat cepat serta tertutup, hingga kabar penundaan pemilu yang dianggap adanya kepentingan serta perpanjangan masa periode presiden yang tidak sesuai dengan UUD tentang pengaturan masa jabatan kepala pemerintahan Negara.

Dari beberapa permasalahan diatas yang mendasari kali ini gerakan Mahasiswa tersebut harus turun kejalanan.  Sebelumnya beberapa gerakan dari mahasiswa ini sudah dijalankan namun hasil yang didapatkan tidaklah begitu puas, hal ini ditandai respon yang didapat tidak sesuai dengan yang diharapkan, tentu lagi dan lagi sekelompok mahasiswa ini kembali mengeluaran steatment untuk kembali turun dengan jumlah yang lebih besar bahkan berlipat ganda dari sebelumnya. 

Bahkan beberapa propaganda serta seruan telah dilakukan untuk memanggil mahasiswa dengan gerakan yang diberi nama Aliansi Mahasiswa Indonesia, tak cukup menggelar aksi tersebut di pusat, aksi – aksi demonstrasi tersebut juga digencarkan di daerah – daerah namun dengan satu tuntutan yang sama hal ini tentu mengingat tak semua mahasiswa dapat bepergian ke pemerintahan pusat maka aksi didaerah diharapkan, pemerintah perwakilan dari daerah tersebut menyampaikan kepada pemerintah pusat untuk secara tegas mengubah kebijakan yang telah keluar dan menetralisir isu yang berkembang.

Jika dilihat dari aktivitas yang terjadi beberapa media tentunya gerakan yang akan datang kali ini, tentunya akan menjadi gerakan yang sangat besar serta dikhawatirkan menjadi gerakan yang kembali terulang diwaktu masa lampau yang dikenal dengan gerakan reformasi 1998, namun akankah gerakan yang kan terjadi ini akan menjadi gerakan reformasi jilid 2 ? mengingat reformasi sendiri merupakan proses perubahan atau pembentukan kembali suatu tatanan kehidupan yang lama, diganti dengan tatanan kehidupan yang baru. Dan yang mendasari dari gerakan reformasi dimasa lampau tersebut yakni krisis politik, ekonomi, hukum, sosial, dan krisis kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dan faktor – faktor untuk kembali mengangkat reformasi sendiri belum terpenihi.
Namun tak dapat dipungkiri pasalnya kedaulatan tentunya berada ditangan rakyat, dengan demikian dengan aksi yang akan dilakukan secara besar – besaran tersebut diharapkan akan mampu membubarkan rezim yang sudah dikuasai oleh oligarki. Namun apakah aksi yang dilakukan kali ini dengan mengangkat tagar RAKYAT BANGKIT akan membuahkan hasil serta respon positif dari pemerintah sendiri ? tentu ini akan menjadi pertanyaan dan pertimbangan yang besar dari para pemangku kebijakan yang harus dipikirkan.