Jelang 2024, Pemimpin Seperti Apa Yang Payakumbuh Butuhkan?




Oleh: Jovey Nuggraha

Opini, SagoNews.com ~ Pemilihan umum atau yang biasa disingkat dengan pemilu menjadi sangat dekat hubungannya dengan masalah politik dan pergantian pemimpin. Menurut Informasi yang penulis dapat dari situs resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), dalam sebuah negara demokrasi, pemilu merupakan salah satu pilar utama dari proses akumulasi kehendak masyarakat. Pemilu sekaligus merupakan proses demokrasi untuk memilih pemimpin yang kelak akan memimpin negeri ini.

Pemilu atau “Pesta Demokrasi” kali ini menjadi sangat menarik. Mengapa tidak, Pemilu 2024 merupakan pemilu serentak yang diadakan di 34 Provinsi di Indonesia. Dengan kata lain tentunya seluruh daerah di Indonesia akan serentak memilih pemimpin dan wakil rakyat yang akan menyambung aspirasi masyarakat selama lima tahun kedepan. 

Khususnya di Payakumbuh, tentunya juga akan melakukan pemilihan tentang siapa yang rasanya pantas serta ideal untuk menjadi pemimpin di kota yang terkenal dengan julukan “Kota Rendang” itu.

Menurut Penulis, ada beberapa hal yang dapat menjadi tolak ukur tentang bagaimana seorang pemimpin khususnya di Kota Payakumbuh dapat dikatakan Ideal. Pemimpin yang ideal, yaitunya seorang pemimpin yang mampu berbuat adil di antara masyarakat (tidak nepotis), melindungi rakyat dari kerusakan dan kriminalitas, serta tidak dzalim kepada masyarakat yang di pimpinnya. Selain itu, seorang pemimpin harus memiliki integritas dan penguasaan dalam bidang ilmu negara serta agama, agar dalam dalam menentukan kebijakan, pemimpin bisa berijtihad dengan benar, sehat panca inderanya (mata, pendengaran, lisan tidak terganggu yang dapat menghalangi ia menjalankan tugas), keempat, anggota badannya normal tidak cacat yang dapat mengganggu tugas, pemberani, memiliki keahlian siasat perang, dan kemampuan intelektual untuk mengatur kemaslahatan rakyat.

Menurut Islam, kepemimpinan ideal merupakan kepemimpinan spiritual dan intelektual yang pada dasarnya adalah amanah, yaitu kepercayaan yang harus dijaga dan ditunaikan dengan sebaik-baiknya. Kepemimpinan juga mengandung makna pelayanan kepada masyarakat yang dipimpinnya. Pemimpin bukan hanya sekadar wewenang atau kewenangan, tetapi pelayanan dan penghikhidmatan kepada orang-orang yang dipimpin, serta kepemimpinan mengandung makna keteladanan dan kepeloporan. Pelopor penggerak dan perubahan dan kemajuan. Kepemimpinan Islam memiliki tiga kunci yakni: tanggung jawab (amānah), pelayanan (khidmah), dan kepeloporan (quwah ḥasanah).

Penulis sangat sepakat dengan pendapat Imam Al-Ghazali yang mengatakan bahwa pemimpin ideal adalah pemimpin yang memiliki kemampuan intelektualitas yang luas, pemafhuman agama yang mendalam, serta akhlak yang mulia, seperti yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Inilah sosok pemimpin yang diinginkan oleh al-Ghazālī, seorang pemimpin yang membawa perubahan dan pembaruan, menggerakkan bawahan melalui iman dan pengetahuan, dan mencerminkan akhlak yang mulia. Untuk menjadi seorang pemimpin ideal, ia harus memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan anggota-anggota yang lainnya, karena kelebihan-kelebihan itulah seorang dapat dikatakan sebagai pemimpin ideal.

Itulah beberapa hal yang dapat penulis kemukakan, semoga dapat menjadi manfaat dan tolak ukur bagi Masyarakat, tentang bagaimana seorang pemimpin ideal yang Kota Payakumbuh butuhkan pada Pemilu 2024 mendatang.

Referensi
Website: 
www.kpu.go.id 
Jurnal: 
Jurnal IAIN Palangkaraya “ Konsep Pemimpin Ideal Menurut Al-Ghazali”