Bangkit dari Pandemi Covid-19, UMKM Harus Lebih Semangat dan Ikuti Pola Ini Mengupas Pandangan Akademisi Ekonomi UNAND Weriantoni, SE, M.Sc




SagoNews.com - Pandemi Covid-19 memang telah berakhir, sejak ditemukannya vaksin oleh pemerintah dan diumumkannya status bebas Covid oleh presiden Indonesia, Joko Widodo 2021 lalu. Namun akibat dari pandemi itu, diantaranya membuat ekonomi jatuh, terutama bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatra Barat.

Tak dapat dipungkiri jika mayoritas pelaku UMKM disini, mengalami penurunan omset yang sangat drastis, menjual sebahagiaan aset, bahkan tak mampu lagi membayar hutang KUR, sehingga harus rela mengurus penangguhan dari pihak Bank.

Hal itu redaksi temukan di lapangan, meskipun demikian pemerintah dan stakeholder terus berupaya menyelamatkan kondisi tersebut, dengan berbagai program pro-UMKM dan bantuan stimulus lainnya. 

Tak lepas disitu, kaum akademisi juga turun ke lapangan, mengupas berbagai macam persoalan dan menemukan solusi, termasuk melakukan eksekusi. 

Adalah Weriantoni, SE, M.Sc dan kawan - kawan dosen di Universitas Andalas yang ikut turun, mengurai benang kusut tersebut. 

Menurut Weriantoni, SE, M.Sc ada beberapa cara untuk bangkit dari pandemi Covid-19 dan menghadapi resesi, salah satunya adalah dengan menjadi binaan dari BUMN, Bank dan BUMD lainnya.

Maksudnya, pelaku UMKM pertama sekali harus tercatat di dinas terkait, khusus di Kabupaten Limapuluh Kota dinas yang menaungi UMKM adalah dinas Perdagkop-UMKM dan dinas Perinaker. 

Setelah tercatat, menurut Weriantoni, SE, M.SC, maka pelaku UMKM harus bersama dinas tersebut mengurus izin usaha. Kini ada namanya NIB, IMB, Sertifikat Halal, SNI dan paten merek atau produk.

"Setelah memiliki izin, pelaku UMKM hendaknya mendapatkan pembinaan atau tali asih dari BUMN - BUMN, BUMDA dan sejenisnya. Sehingga pelaku UMKM yang hampir 2.000 jumlahnya di Limapuluh Kota dapat terbantu," kata Weriantoni, SE, M.Sc.

Masih menurutnya, bantuan itu banyak tergantung kebutuhan UMKM, apakah itu kemasan, pemasaran, modal dan lain - lain. Tugas dinas terkaitlah untuk mengelompokkan UMKM dan mencarikannya pembina, misal UMKM yang bergerak di bidang kuliner rendang dapat pembinaan dari Bank Indonesia, UMKM yang bergerak di bidang fashion dapat pembinaan dari PT. Semen Padang, UMKM yang bergerak di bidang anyaman dapat pembinaan dari PT. PLN, dan lain semisalnya. UNAND sendiri bersedia memberikan pendampingan, pelatihan apa yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM. (*)