Bupati Safaruddin Perjuangkan Suara Guru Honorer




Padang, Sagonews.com -

Langit Limapuluh Kota mendung, sedang di Payakumbuh rinai tipis - tipis mulai turun. Puluhan guru honorer telah berkumpul di rumah dinas, silaturrahmi dan sekaligus mencurahkan isi hati mereka kepada bupati Safaruddin Dt. Bandaro Rajo.

Bupati balik dari Kapur IX, pulang dari Sertijab wali nagari dan mengisi acara PKK disana, bersama bunda Nevi Safaruddin. Satu per satu tenaga honorer yang dijuluki "pahlawan tanpa tanda jasa" itu, ia temui.

Tak hanya sekedar mendengar, bupati Safaruddin juga memberikan solusi.  "Ada sejumlah poin yang jadi catatan kami saat menyampaikan Aspirasi, diantaranya Guru Honorer yang telah sampai ambang batas berstatus ( P1 ) minta di afirmasi dan optimalisasi tidak dilakukan tes ulang dan bisa di terima langsung," kata Dt. Safar kepada awak media ini, Jum'at malam (12/1).

Menurut bupati yang terkenal cinta guru itu, guru honorer yang belum ada formasi agar diberikan formasi. Selanjutnya tenaga honorer operator dan penjaga sekolah agar diberikan formasi, dan Pendataan SD dan SMP berapa orang kekurangan guru. 

"Kami telah menginstruksikan BKPSDM untuk menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat, untuk memfasilitasi permohonan para pegawai honorer tersebut. Kami terus berkomitmen untuk memperjuangkan guru honorer yang masih belum menjadi ASN ataupun PPPK, sejak 2021 -2023 sudah 1.037 Orang Guru diangkat menjadi PPPK. Begitu juga untuk tenaga teknis dan kesehatan Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat dalam menangain Masalah Honorer ini," tuturnya. (Fadli)