Kisah Pilu MRF, Bapak Berpulang Saat Diri Diisolasi Akibat Positif Covid-19


Proses pemakaman Bapak MRF dengan Protap Covid-19 di Payakumbuh

SagoNews.com - Begitu pilu kisah hidup yang dialami MRF, Pasien Covid19 terbaru dari Payakumbuh yang belum lama ini dibawa tim gugus tugas penanganan covid19 guna menjalani isolasi di Padang. MRF sengaja pulang dari Kalimantan ke kampung halaman di kelurahan Talang guna merawat Ayah yang sedang sakit. 


MRF : "Belum terkesampaian  merawat Bapak, disaat Isolasi di Padang, Bapak dipanggil sang Khalik.

KISAH PILU yang di alami MRF (22) warga Kelurahan Talang Kecamatan Payakumbuh Barat Kota Payakumbuh meneteskan air mata. Kenapa tidak, disaat baru bekerja di Kalimantan Selatan, Bapak meminta untuk pulang merawatnya yang sudah satu bulan ini sakit penyimpitan saluran kemih, ginjal.

Baru 7 bulan bekerja disalah satu perusahaan yang di bidang kontraktor di Kalimantan Selatan, saya diminta pulang untuk merawat Bapak yang tengah sakit walaupun sebentar pinta Bapak, kata MRF yang di hubungi melalui Hand Phone  Sabtu, (11/7/2020).

Untuk memenuhi keinginan Bapak, tanggal 28 Juni saya pulang dengan pesawat udara. Sesampai di rumah langsung cuci tangan dan wajah bersimpuh menyalami Bapak. Namun, pada Ibu, Abang dan Adik belum. Karena, rasa badan kurang enak rasa demam, takut covid.

Setelah itu, saya langsung ke kamar atas. Protokol kesehatan yang saya paham untuk isolasi terlebih dahulu dan tidak pernah turun kebawah apalagi keluar rumah. Dua hari kemudian, rasa penciuman tidak merasa apa apa.

Tanggal 30 Juni saya ke Puskesmas Payolansek untuk berobat dan konsultasi. Pihak Puskesmas menganjurkan untuk isolasi mandiri dan mendaftar swab gratis ke kantor Kelurahan Talang, saat itu juga ke kantor lurah dan langsung pulang dan tidak kemana mana.

Sejak itu saya isolasi mandiri dan tidak turun dari lantai atas, untuk makan saja diantar ibu ke lantai atas. Setelah test swab, saya dinyatakan positif. Kamis 9 Juli 2020 sore, langsung di bawa Isolasi di Padang.

Baru dua hari Padang, Sabtu setelah shalat subuh, saya ditelpon Abang Arif, kiranya Bapak telah tiada. Dari keterangan pihak rumah sakit, Bapak telah mendahului kami sebelum subuh, Sabtu (11/7), kata MRF dengan nada suara agak serak.

Dengan berpulangnya orang tua kami (Bapak Dedi Elfi, red) saya mewakili ahli waris dari tempat Isolasi Covid dari Padang, meminta maaf kepada kita semua, khususnya warga Kelurahan Talang, untuk memaafkan Bapak jika ada salah selama ini dalam pergaulan sehari hari, dan mohon didoakan mendapat tempat yang mulia di sisi Allah SWT, amien.

Dan kami yang ditinggalkan Bapak diberi kesabaran dan ketabahan dalam menerima cobaan demi cobaan ini, dan doakan juga saya cepat sembuh dan bisa pulang dari Covid19 ini. Dan seharusnya tanggal 12 Juli saya harus ke Kalimantan lagi batas izin yang diberikan pihak perusahaan tempat bekerja, Tapi, Allah SWT telah punya rencana dibalik rencana manusia, kata MRF. (zz/014).

bersambung.....